Update NTT – Sebagai wujud komitmen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.Telah mengadakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui kegiatan Pelatihan Seni Tari di SMK St. Mathilda Ruteng. Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, sejak 11 hingga 15 November 2025, dan ditutup dengan penampilan kolaboratif antara mahasiswa dan siswa SMK St.Mathilda Ruteng pada Sabtu (15-November-2025) dilapangan utama sekolah SMK St. Mathilda Ruteng.
Program ini dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan teknik-teknik dasar seni tari, tetapi juga untuk menumbuhkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan bersifat langsung dan komunikatif, memungkinkan terjadinya proses interaksi dua arah. Mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu pedagogi dan koreografi mereka, sementara siswa mendapatkan pengalaman baru dalam mengolah tubuh melalui seni gerak yang terarah.
Pelatihan Intensif Lima Hari: Sinergi dan Kombinasi Gerak
Pelatihan dimulai pada Selasa, 11 November 2025, dengan pengenalan konsep dasar seni tari, meliputi unsur gerak, ritme, ketukan, hingga keseimbangan postur tubuh.
Pada hari kedua dan ketiga, mahasiswa memperkenalkan beragam gerak tari kreasi dan tari daerah khas NTT, yang kemudian dipadukan (dikombinasikan) dengan unsur-unsur modern agar sesuai dengan dinamika remaja masa kini.
Tidak hanya sekadar memperagakan gerakan, mahasiswa dan siswa membangun bentuk kerja sama yang erat. Setiap kelompok peserta berlatih memadukan berbagai motif gerak menjadi rangkaian koreografi yang utuh. Mahasiswa berperan sebagai pembimbing teknis, sementara siswa aktif memberikan ide dan improvisasi yang memperkaya komposisi tari.
Memasuki hari keempat, peserta diarahkan mempraktikkan koreografi secara penuh dalam kelompok. Tahap ini menekankan kekompakan, keteraturan ritme, dan ekspresi, sekaligus menanamkan nilai disiplin dan kerja tim. Mahasiswa juga memberikan pembinaan mengenai etika penampilan, keberanian tampil, dan cara menjaga harmoni gerakan antarpenari.
Pada hari kelima, Jumat, 14 November 2025, kegiatan difokuskan pada gladi bersih. Seluruh peserta dilatih menampilkan koreografi tanpa jeda, memastikan setiap perpindahan posisi, kombinasi gerak, dan keserasian antarpenari dapat berjalan dengan baik. Suasana latihan tampak penuh energi, mencerminkan antusiasme siswa menjelang hari puncak.
Penampilan Puncak pada 15 November 2025: Hasil Kolaborasi yang Mengagumkan
Puncak kegiatan PKM berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, yang ditandai dengan penampilan seni tari oleh para peserta. Acara dimulai pukul 08.00 WITA dengan sambutan dari Ketua Tim PKM UNIKA St. Paulus Ruteng. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa seni tari memiliki fungsi edukatif yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta budaya.
Mahasiswi:Florentina Yunita menyampaikan “Kami berharap pembinaan intensif selama lima hari ini dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi para siswa. Tidak hanya memperkaya kemampuan mereka dalam menari, tetapi juga membangun keberanian, kerja sama, dan kebanggaan terhadap seni budaya lokal,” ungkapnya.
Pihak SMK St. Mathilda Ruteng juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut. Guru Pembimbing menilai bahwa kolaborasi mahasiswa dan siswa telah menghasilkan atmosfer pembelajaran yang produktif.
Ibu Magdalena Apen, S.Pd Mengatakan”Kegiatan ini telah memberikan dampak besar bagi siswa kami. Dengan bimbingan mahasiswa UNIKA, tercipta suasana pelatihan yang terarah, kreatif, dan penuh kerja sama. Kami berharap kemitraan seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang,” ujarnya.
Penampilan Tari: Perpaduan Budaya dan Kreativitas Generasi Muda
Penampilan pada hari tersebut menampilkan hasil kolaborasi antara mahasiswa dan siswa dalam bentuk tari kreasi yang memadukan unsur tarian daerah Nusa Tenggara Timur dengan elemen modern yang enerjik. Para siswa berhasil menampilkan koreografi dengan percaya diri, ritme yang kompak, dan ekspresi yang hidup. Tepuk tangan hangat dari hadirin menandai keberhasilan acara tersebut.
Selama proses pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari gerakan tari, tetapi juga membangun nilai-nilai seperti kerja sama tim, ketekunan, dan tanggung jawab. Kolaborasi mahasiswa dan siswa dalam menyusun kombinasi gerak, memperbaiki ritme, dan menyamakan pola langkah menjadi bukti keberhasilan proses pembelajaran kolektif.
Kemitraan Pendidikan yang Berkelanjutan
Kegiatan PKM Seni Tari ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menciptakan kontribusi berarti bagi pengembangan bakat dan karakter peserta didik. UNIKA St. Paulus Ruteng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang edukatif, inovatif, dan relevan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, seni tari terbukti menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Siswa tidak hanya mempelajari teknik menari, tetapi juga mengasah kemampuan berkolaborasi, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.***






