Alo Oba Klarifikasi Informasi Bohong Akun Facebook Karlos Mantero, Sebut Utusan Pater Marsel Menyebar Hoaks

Seorang wartawan bernama Nardi Jaya diteror oleh orang yang diduga anak buah Pater Marsel Agot. Aksi teror ini usai Nardi Jaya wartawan suaraburuh.com melakukan konfirmasi kepada Pater Marsel Agot ihwal pengerahan masa di lokasi tanah milik Alosius Oba di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Alo Oba Klarifikasi Informasi Bohong Akun Facebook Karlos Mantero, Sebut Utusan Pater Marsel Menyebar Hoaks

UPDATE NTT – Alosius Oba memberikan klarifikasi atas cuitan akun facebook Karlos Mantero yang diduga anak buah Pater Marsel Agot. Kepada media, Alo Oba menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh akun facebook Karlos Montero ada suatu kebohongan besar.

Dalam cuitannya, akun facebook Karlos Mantero menulis “saya mau jelaskan soal berita yang bilang BPK pater Marsel bawa masa di lokasi kemarin itu adalah kariawan BPK pater untuk kerja menanam pilar dan bersih bersih batas. ada pun kami ketemu orang di sana lokasi kemarin tapi tidak ada masalah sama sekali dengan mereka kebetulan yang kami ketemu kemarin itu saya punya om sendiri karena mereka yang jaga rumahnya BPK Alo oba di sana. dan sekali lagi saya sampaikan tidak ada masalah sama sekali. dan tadi malam saya datangi rumahnya BPL Alo beliau sampaikan dia tidak ada mau ambil atau ganggu tanah BPK pater dan BPK Alo juga tadi malam sudah titipkan pesan menta maafnya untuk BPK pater Marsel. pesannya anak aleks tae pater Ra neka rabo Yo ai toe manga niak tau ganggu hia aku.”

Cuitan akun facebook Karlos Mantero ini membuat Alo Oba meradang. Karena apa yang disampaikan dalam cuitannya itu penuh kebohongan.

Alo Oba menjelaskan bahwa ada orang utusan Pater Marsel Agot bernama Aleks yang datang ke rumahnya pada Selasa malam, 27 Januari 2026 sekitar pukul 20. 00 Wita. Utusan Pater ini datang usai Pater membawa sekitar 20 orang masuk lokasi tanah Alo Oba di kawasan Batu Gosok yang membuat keluarga Alo Oba yang sedang bekerja di lokasi menjadi takut lari.

“Pernyataan Orang utusan Marsel Agot yang datang ke rumah saya sekitar jam 8 Selasa malam kembali menyebar berita bohong. Dia (Aleks) datang ke rumah saya menyampaikan pesan dari Marsel Agot agar kasus tanah saya, yang diklaim oleh Marsel Agot bisa diurus secara keluarga. permintaan Marsel Agot lewat utusannya yang datang kerumah saya. Dengan tegas saya menolak dan saya tidak pernah mengeluarkan kata maaf kepada Marsel Agot lewat utusannya yang datang kerumah saya,” ujar Alo Oba pada Kamis, 29 Januari 2026 di Labuan Bajo.

Alo menjelaskan bahwa dirinya tidak mengeluarkan kalimat minta maaf kepada Marsel Agot. “Minta maaf buat apa saya untuk Marsel Agot? Justeru dia yang harus minta maaf kepada saya. Aleks itu pembohong,” ujarnya.

“Adapun alasan saya menolak untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalur kekeluargaan itu karena Marsel Agot melakukan manuver jahat yaitu adanya dugaan melakukan upaya penggelapan sebagian tanah milik saya dengan cara mengurus dokumen tanah dan pasang pilar di atas tanah milik saya. Manuver jahat yang dilakukan terjawab setelah saya melakukan sanggahan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) Manggarai Barat, sehingga BPN menghentikan proses administrasi tanah tersebut. Karena terhambat dokumen tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, Pater Marsel Agot berapa kali datang ke rumah Alosius Oba meminta maaf dan mohon agar sebagian tanah milik Alo Oba yang berbatasan dengan Marsel Agot agar masuk dalam kepemilikan. “Marsel Agot datang ke rumah saya untuk minta maaf dan memohon kepada saya agar tanah saya yang dia ambil bisa diserahkan oleh saya. Atas upaya Marsel Agot diawalnya saya berniat untuk memberikan tanah tersebut kepada dia, namun setelah saya lihat manuver yang mencurigakan yang dia lakukan pada saat mediasi di BPN membuat saya tidak bersimpati sehingga saya berpendirian keras untuk tidak menyerah sejengkalpun tanah tersebut kepada dia,” ujarnya.

Diduga anak buah Pater Marsel Agot, Aleks Mantero teror wartawan

Seorang wartawan bernama Nardi Jaya diteror oleh orang yang diduga anak buah Pater Marsel Agot. Aksi teror ini usai Nardi Jaya wartawan suaraburuh.com melakukan konfirmasi kepada Pater Marsel Agot ihwal pengerahan masa di lokasi tanah milik Alosius Oba di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Aleks Mantero yang meneror wartawan suara buruh melalui pesan singkat WhatsApp terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026. Nomor dengan nama kontak Aleks Mantero mengirim pesan kepada wartawan suaraburuh dengan nada mengancam.

“Pagi saya keluarganya Pater Marsel, apa maksudnya keraen tuduh pater bawa preman dan tanya mau di bayar berapa? Dan kraeng sudah tanya BPA Alo Oba tidak,” ujarnya.

Nardi Jayapun menjawab pesan yang dikirim. “Apa maksudnya Kaka..darimana Kaka dapat nomor saya dan meneror saya. Apa kaitannya wawancara saya sama Pater (Marsel Agot) dengan ite.”

Aleks Mantero mengaku mendapat nomor wartawan suara buruh dari Pater Marsel Agot. Pengakuan ite setelah ditanya oleh Nardi Jaya.

Aleks terus meneror wartawan suaraburuh.com “dari BP Pater tadi karna kami disini. Keraeng tau tidak tadi malam saya saya sudah ke rumah BP Alo dia tidak punya niat untuk menghilangkan haknya pater di lokasi yang keraeng di berita kemarin. Saya keluarganya pater.”

Atas penjelasan Aleks Mantero ini, Wartawan suaraburuh.com inipun menanyakan kepada Aleks bahwa apakah Pater Marsel Agot yang menyuruhnya untuk meneror wartawan.

“Om teror saya disuruh oleh Pater? Pater yang suruh kraen teror saya k?”

Alekspun mengaku jika masa yang dikerahkan oleh Pater Marsel Agot ke lokasi tanah milik Alo Oba adalah anak buah Pater Marsel Agot.

“Agar keraeng tau ya yang jelokasi kemarin itu anak buah semua eraen bilang itu pater bawa preman siapa? Saya sebagai keluarganya penya hak kentetraman hidupnya BP Pqter pater Marsel. Dan supaya keraeng tau persis siap tanah ini tanya betul Bpa Alo oba. Dan kalau bisa nanti kalau ada waktu Kuta bertemu di rumahnya BP Alo karna tadi malam dia ada titip salam untuk menyampaikan untuk menyampaikan permohonam maafnya ke BP pater. Dan sebentar juga saya ada mau keruma BP Alo untuk mau menyampaikan pesan dari BP pater ke BP Alo dan mama,” ujarnya.

Atas intimidasi ini oleh orang yang diduga anak buah Pate Marsel ini, suara buruh berencana untuk melaporkan ke polisi.

“Tentu kita alam lapor ke polisi. Ini teror gaya preman tidak bisa dibiarkan. Kerja jurnalis itu dilindungi oleb undang undang Perss,” ujar Nardi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *